Segar...
Pagi cerah, bintik embun masih menghiasi dedaunan. Tak lupa secangkir kopi kental buatan istriku telah tersaji di meja kecil sepertia biasanya. Sambil menghirup kopi kental, ku siapkan beberapa hal yang kuperlukan dikantor.
Ayyyaaahh...! Cepetan...! Cepat ayah..
Terdengar suara nyaring si-Bunga dari kamar mandi. Tergesa ku melangkah, klontang... tak sengaja ku menyenggol panci, maklum rumah sempit.
Istriku pun kaget, "ada apa yah..?"
"Ini panci kesenggol" jawabku. "Bunga teriak-teriak tuh...jadi buru buru". Sampai kamar mandi kulihat muka anakku pucat, sambil berdiri diujung bak mandi.
"Cepat yah... usir tuh.." sambil tanganya nunjuk kelantai kamar mandi.
"Apaan sih?" Jawabku masih belum ngerti.
"Itu yah... ih, hiih.." sahut anakku.
Oh ternyata ada "Kecoa" ha ha ha rupanya semalam tutup pipanya terbuka jadi kecoa got leluasa masuk. Anakku yang satu ini memang jijik banget sama binatang ini. Saking jijiknya jadi ketakutan. Sekali injak binatang paling kuat ini mencret isi perutnya. Heran aku... kecoa itu masih bisa jalan sambil menarik isi perutnya yang terburai. Akhirnya kusiram dia hingga hanyut kedalam pipa. Kututup kenbali saringannya, "Dah... kecoa aja takut neng" kataku sanbil menyuruhnya turun. Sambil masih menyimpan rasa takut dia turun juga.
Iseng kugoda dia, "awas ada lagi tuh" sepontan anakku loncat dan berteriak teriak. "Sudah.. sudah... nggak ada kok." Sambil keluar kamar mandi aku tertawa dan berguman "memang enak dibohongin".
"Ayah jahat...awas ntar Bunga balas" sahut anakku.
Sambil meneruskan ngopi, aku masih mengingat kecoa tadi. Makluk Tuhan yang satu itu ternyata kuat lho.... Aku pernah menemukan kecoa dengan kondisi parah masih hidup setelah tiga hari kuinjak. Subhanallah... puji Tuhan yang maha suci. Apa yang bisa kuambil pelajaran dari binatang ini?
Embun diatas dedaunan masih berkilau tersinari mentari yang mulai menyapa bumi. Hirupan terakhir kopi nikmatku masih terasa memenuhi lidah ku, belum ada kesimpulan yang kudapat.
"Ayo mas kita berangkat, nanti macet lho..." suara istriku membuyarkan lamunanku.
"Ok diajeng... lets go..." sahutku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar